Cerita Dewasa

Situs Poker Online & Judi Bola Online Terpercaya

Breaking

Senin, 26 Februari 2018

Vina, Ayam Kampus Paling Cantik



Cerita Dewasa- vina, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, vina berpacaran dengan seniornya, evan, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.


“vina, aku pengen nih?” kata evan berbisik kepada telinga vina suatu saat di kantin kampus.

 “Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar vina sambil mencubit tangan evan.

 “Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar evan sambil mengusap selangkangannya.

 “Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya vina sambil menatap evan.

 “Kita ke aula, yuk!” ajak evan sambil tersenyum.

 “Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta evan.

vina tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. evan menarik tangan vina agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir vina,evan membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta evan tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. senyum lalu berjongkok.

“Tidak sabaran amat sih,” ujar vina sambil mengelus celana dalam evan yang menggembung.

Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam evan sampai lutut. Kontol evan yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah vina menjilat lubang kontol evan.

“Uhh…” evan mendesah sambil menatap wajah vina.

Tak lama mulut vina sudah penuh mengulum kontol evan yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan vina membuat evan terpejam dan memompa pelan kontolnya di mulut vina.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah evan.

Selang beberapa menit, tubuh evan mengejang. Didesakannya kepala vina ke selangkangannya. Kontolnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut vina. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani evan keluar di dalam mulut vina. vina dengan mendongak menatap evan sambil menelan semua air mani evan di mulutnya. Sambil tersenyum vina bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir evan. evanpun dengan hangat membalasnya..

“Sudah puas?” tanya vina sambil merapikan pakaian evan.

evan tersenyum lalu mengecup bibir vina. Merekapun keluar aula..

Suatu hari selesai jam kuliah, evan mengantar vina pulang. Setiba di rumah, adik kandung vina, engki, sedang menonton televisi.

“Kamu tidak sekolah, ki?” tanya vina sambil duduk di depan adiknya itu.

“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata engki santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

“Gila kamu!” kata vina.

engki tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.

“Nik, aku pulang dulu ya?” kata evan.

“Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata evan sambil bangkit lalu menghampiri vina.

“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata vina.

“Iya…” kata evan sambil mengecup pipi vina.

“Aku pulang dulu ya, ki…” kata evan.

“O, iya…” kata engki sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. evanpun segera pulang.
“Mama kemana sih,” tanya vina.

“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata engki.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata vina menoleh ke engki ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai,engki menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. vina sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan engki agak lama menggaruk selangkangannya, mata vina melihat sebagian celana dalam engki menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian vina. Entah perasaan apa yang datang dalam hati vina, yang jelas mata vina terus tertuju ke arah selangkangan engki walau engki sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya engki mengagetkan vina.

“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata vina sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata engki sambil tertawa.

“Yee..!!” teriak vina lalu tertawa sambil melempar engki dengan bantal. engki juga tertawa.

“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si evan?” tanya engki sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata vina sambil melotot.

“Aku kan cuma nanya…” kata engki tenang.

vina bangkit lalu menghampiri engki. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah engki.

“Nakal kamu ya!” kata vina sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

engkipun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai vina ikut terjatuh menimpa badan engki di kursi. Sesaat Tubuh vina berada di atas tubuh engki. Entah kenapa perasaan vina yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh engki. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.
Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir vina mengecup dan melumat bibir engki. engkipun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan engki dengan lembut mengusap punggung vina lalu turun dan mulai meremas pantat vina. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.

“Pindah yuk?” bisik vina.

“Kamar siapa?” tanya engki.

“Kamar kamu,” bisik vina lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar engki. engki, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan vina. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. engki yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh vina. Kemudian engki melepas pakaiannya sendiri. 

“Ohh, ki…” desah vina ketika lidah engki menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. engki terus memainkan buah dada vina dengan lidah dan tangannya sementara kontolnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke memek vina.

“Uhh.. Sshh…” desah vina sambil terpejam ketika lidah engki turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

“Ooww.. Mmhh…” desah vina makin keras ketika belahan memeknya terasa hangat dan nikmat waktu lidah engki menjilatinya. Tubuh vina agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah engki menjilati kelentitnya.

“Ohh.. Cepat masukkan, ki.. Cepatlahh…” desah vina.

engki menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan memek vina,engki segera mengangkangi tubuh vina. Diarahkan kontolnya ke lubang memek vina. Tangan vina segera memegang dan membimbing kontol engki agar bisa masuk ke memeknya. Setelah engki menekankan kontolnya, bless.. cleb.. cleb.. Kontol engki sudah mulai keluar masuk memek vina. Mata engki terpejam sambil terus menyetubuhi vina.
“Mmhh…” desah engki di sela-sela genjotannya.

“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah vina sambil memeluk tubuh adiknya itu. engki terus memompa.

“Mmhh.. Aku capek…” bisik engki.

“Gantian…” bisiknya lagi.

vina mengangguk sambil tersenyum. engki mencabut kontolnya lalu merebahkan badannya. vina langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh engki dan mengarahkan lubang memeknya ke kepala kontol engki. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh engki, pinggul vina bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan memeknya keras ke kontol engki. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar engki yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan vina makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak engki. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut vina.

“Ohh.. Uuhh…” desah vina sambil mendesakkan memeknya ke kontol engki lebih dalam. Kemudian tubuh vina lemas.

“Sudah?” tanya engki.

vina mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan engki. engki segera menaiki lagi tubuh vina. Kembali kontolnya keluar masuk memek vina lebih hebat karena engki ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan engki semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat engki mencabut kontolnya dari memek vina. Kemudian disodorkan kontolnya ke mulut vina. Setelah sedikit mengelap kontol engki yang basah, vina segera menghisap kontol engki sambil mengcocoknya. Tak lama kemudian vina merasakan kontol engki berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kontol engki. engki mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut vina. vina dengan tenang menelan semua air mani engki, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kontol engki sampai bersih. engki merebahkan tubuhnya di samping tubuh vina.
“Kamu hebat,” puji vina.

engki tersenyum sambil mengecup pipi vina. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.

Sesuai dengan cerita dari vina, persetubuhan dengan engki berlangsung sampai sekarang walau vina sudah menikah dengan evan dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut vina juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan evan, dia dan engki sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. engki juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Judul